Keikhlasan itu adalah untuk bisa menerima dan memberi sesuatu bagi kebaikan dan persatuan. Demikian disampaikan Wapres Kalla saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan seminar internasional ”Peran Bugis dalam Pengembangan Alam Melayu Raya”, yang diselenggarakan Pusat Tamadun Melayu Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Selasa (10/6).
”Kebhinnekaan kita membutuhkan keikhlasan dari setiap suku bangsa yang memiliki budaya berbeda-beda. Keikhlasan ditunjukkan oleh mayoritas suku bangsa Jawa yang bisa menerima bahasa Melayu sebagai bahasa nasionalnya. Coba bayangkan kalau mereka yang mayoritas meminta bahasa Jawa sebagai bahasa nasional,” ujar Kalla.
Sebaliknya, keikhlasan juga ditunjukkan oleh suku bangsa lain di luar suku Jawa. ”Orang Bugis maupun suku bangsa lain di luar Jawa bisa menerima Presiden RI yang sejak merdeka sampai sekarang ini berasal dari suku Jawa. Di situlah kebhinnekaan yang membutuhkan keikhlasan untuk memberi dan menerima,” kata Kalla.
Menurut Kalla, harus dihindari egoisme suatu suku bangsa. Sebaliknya, semua suku harus menunjukkan kebersamaan dan berperan untuk memper- kuat persatuan dan kesatuan bangsa.
”Perbedaan suku bangsa itu justru menunjukkan kebhinnekaan yang kuat dan sudah ada sejak zaman dulu hingga saat ini,” kata Kalla. (HAR/NAL)
0 Responses to “Wapres: Kebhinnekaan Butuh Keikhlasan”