Archive for June 7th, 2008

07
Jun
08

Kepolisian Resor Kota Cimahi Cari Munarman

Sabtu, 07 Juni 2008 | 16:48 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung :P etugas kepolisian dari Kepolisian Resor Kota Cimahi tengah ikut mencari Munarman, Panglima Komando Laskar Islam. ?Anggota kami masih mencari,? kata Kepala Polres Kota Cimahi Ajun Komisaris Besar Eko Budi Sampurno saat dihubungi Sabtu (7/6) siang.

Menurut Eko, pencarian dilakukan setelah mendapat informasi pesan pendek yang mengabarkan Munarwan tewas di kebun karet di kawasan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.

Eko sendiri mengaku baru menerima informasi itu sekitar pukul 10.00 WIB tadi. ?Begitu tahu, saya perintahkan anggota untuk melakukan pencarian dibantu dari Polsek Batujajar dan Babinmas serta masyarakat,? katanya.

Kepala Polisi Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Susno Duadji membantah kebenaran pesan pendek itu. Saat Tempo meminta konfirmasi tentang hal ini, Susno menjawab melalui pesan pendeknya: ?Tidak, itu hanya isu-isu,? ujarnya.

rana akbari fitriawan /erick p hardi

07
Jun
08

Munarman Diisukan Tewas

Sabtu, 07 Juni 2008 | 15:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Munarman, Panglima Komando Laskar Islam yang kini tengah diincar Polisi diisukan tewas di kawasan Batujajar Cimahi Jawa Barat. Isu itu dihembuskan melalui pesan singkat ke beberapa media.

Pesan singkat itu berbunyi “INNALILLAHI ‘WAINNALILAHI RO’JIUN. Telah wafat Sdr.MUNARMAN (Pang. KOMANDO LASKAR ISLAM). Ditemukan tewas amat mengenaskan dinihari di lahan hutan karet Batujajar.” Pesan itu dikirim seseorang yang menggunakan nomor ponsel salah satu operator CDMA sekitar pukul 10.00 tadi.

Namun ketika dikonfirmasi, kepala Divisi Humas Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira membantah isu itu. “Ah tidak benar itu, saya baru tahu,” kata dia ketika dihubungi.

Begitu pula dengan kepala bagian humas Kepolisian Daerah Metro Jakarta, Komisaris Besar Ketut Untung Yoga Ana. “Tanya saja sama yang ngirim,” ujarnya pendek.

Selain pesan itu, Tempo Newsroom sempat menerima isu seputar keberadaan Munarman. Jumat (06/06), sebuah pesan pendek mengabarkan ada pemesanan tiket pesawat Singapore Airlines atas nama Munarman, dengan jadwal keberangkatan jumat malam.

Tak lama muncul pesan lanjutan yang isinya mengabarkan ada pemesanan hotel secara online di kota Den Haag Belanda dan Bourdeaux Perancis. Keduanya atas nama Munarman.

Saat ini, Polri menurut Abubakar telah mengawasi daerah perbatasan dan penyeberangan untuk mencegah pelarian Munarman.

Informasi yang diterima Tempo Newsroom Sabtu (07/06), tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro masih bergerak melakukan pencarian. Salah satu anggota tim menyebut sebagian dari mereka bergerak ke wilayah Bandung.

Namun tim itu mendapat informasi keberadaan Munarman di Malang Jawa Timur. “Info terakhir yang bersangkutan menuju Ngruki,” kata sumber itu.

Fery Firmansyah

07
Jun
08

Pendukung Abdul Gafur Bentrok dengan Polisi

Sabtu, 07 Juni 2008 | 15:27 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta :P endukung Abdul Gafur-Abdul Rahim Fabanyo bentrok dengan polisi di depan Kantor Gubernur Maluku Utara, Sabtu (7/6).

Menurut juru bicara Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara Komisaris Nurtjahyo, bentrokan terjadi karena massa pendukung Abdul Gafur mendesak masuk ke dalam kantor gubernur yang saat itu sedang mempersiapkan acara pelantikan gubernur.

Namun, 800-an massa itu tak sampai masuk ke kantor gubernur karena polisi menyemprotkan air dan gas air mata. “Untuk mengendalikan massa,” jelasnya saat dihubungi hari ini.

Nurtjahyo mengatakan polisi yang bersiaga di kantor gubernur sekitar 200 hingga 300 personel. Mereka berasal dari Polda Maluku Utara, Polres Maluku Utara dan Brigade Mobil (Brimob).

Saat ini, kata dia, polisi sedang bernegosiasi dengan pendukung Abdul Gafur yang masih berorasi di depan kantor gubernur untuk membubarkan diri. Hingga kini belum ada satu pun massa yang ditangkap. “Kami upayakan persuasif,” katanya.

Dia menambahkan, pada kesempatan yang sama sedang dilakukan acara membawa Piala Adipura dari bandara keliling Kota Ternate. “Jadi konsentrasi (polisi) terpecah,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Maluku Utara Syaiful Bahri Ruray mengatakan hingga kini belum ada kejelasan kapan pelantikan dilakukan. “Belum ada kabar, biasanya disampaikan melalui telegram dari Menteri Dalam Negeri,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar ini pun mempertanyakan keputusan Mengadri Mardiyanto yang menetapkan pasangan Thalib Armayn-Abdul Gani Kasuba menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Malut. “Baru kali ini terjadi,” katanya.

Dia menambahkan, dalam Undang-Undang Pemerintahan Daerah tidak menyebutkan Mendagri bisa menetapkan pemenang Pilkada. “Mendagri hanya meneruskan untuk dikeppreskan,” ujarnya.

Rini Kustiani

07
Jun
08

Polri Ancam Pelindung Munarman

Sabtu, 07 Juni 2008 | 09:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira meminta masyarakat tidak menyembunyikan Munarman, Panglima Komando Laskar Islam. Aparat akan mengambil tindakan hukum terhadap siapapun yang terbukti menyembunyikan Munarman.

“Yang menyembunyikan itu bisa dikenai pasal 221 tentang menyembunyikan tersangka,” kata Abubakar saat dihubungi Tempo hari ini. Menurut dia, sejauh ini beredar informasi yang menyatakan Munarman dilindungi oleh seseorang. Bahkan dua orang perwira tinggi di kepolisian ikut melindungi tersangka kasus penyerangan di Monas itu.

“Saya sudah konfirmasikan ke orang yang dimaksud, tapi mereka katakan tidak akan mengorbankan karirnya hanya untuk melindungi Munarman,” ujar Abubakar. Hingga saat ini polisi masih mencari keberadaan Munarman. Semua informasi yang diperoleh soal keberadaan Munarman ditindaklanjuti. Abubakar juga meminta Munarman bersikap jantan dengan menyerahkan diri.

“Katanya panglima. Kalau panglima, gentle, jangan anak buahnya dikorbankan,” kata dia.

Kemarin Direktorat Imigrasi Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia telah mengeluarkan surat cegah dan tangkal (cekal) atas Munarman. Pencekalan itu berlaku selama 20 hari ke depan.

Desy Pakpahan

07
Jun
08

SKB Ahmadiyah Segera Terbit

Keluarga Hilang Kontak dengan Munarman
Sabtu, 7 Juni 2008 | 01:53 WIBJakarta, Kompas – Jaksa Agung Hendarman Supandji, Jumat (6/6), menyatakan, konsep Surat Keputusan Bersama tentang Ahmadiyah sudah selesai. Ia berharap surat keputusan bersama itu dapat secepatnya diterbitkan.

Menurut Hendarman, sesuai Undang-Undang Nomor 1 PNPS Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan Penodaan Agama, SKB itu berisi peringatan bagi Jemaat Ahmadiyah Indonesia. ”Dikatakan di situ, kalau terjadi, maka diperingatkan. Beku, tidak bubar,” katanya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla di Padang, Sumatera Barat, mengemukakan, SKB Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, dan Jaksa Agung sudah dibahas dan tinggal dikeluarkan. Wapres menjamin, SKB itu akan sejalan dengan undang-undang dan Undang-Undang Dasar 1945.

Di Jakarta, Forum Umat Islam (FUI) tetap mengharapkan pemerintah segera membubarkan Ahmadiyah yang dinilai telah menodai ajaran Islam. Kelambanan pemerintah mengeluarkan keputusan pembubaran Ahmadiyah akan mendorong munculnya konflik di antara umat.

Itu disampaikan Ketua Majelis Syuro Front Pembela Islam Habib Muchsin Ahmad Al Atthas kepada jemaah tablig akbar di Masjid Al Azhar, Jakarta, Jumat.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kholil Ridwan juga menyatakan keprihatinannya pada masa depan kerukunan bangsa. Itu sebabnya, MUI dan FUI mendesak pemerintah untuk segera membubarkan Ahmadiyah.

Juru bicara keluarga Munarman, Samsul Bahri Rajam, mengatakan, pihaknya sampai kemarin belum dihubungi kembali oleh Munarman, yang sejak Rabu lalu dinyatakan sebagai buronan oleh Polri.

Kontak terakhir terjadi ketika Munarman memberitahukan akan menyerahkan diri kepada polisi pada Kamis malam. Ia tidak tahu mengapa pada jam dan tempat yang disepakati, Munarman tidak menampakkan diri.

Di Palembang, ratusan orang berunjuk rasa di Markas Polda Sumsel, mendukung upaya Polri memburu Munarman. Sementara di Jawa Tengah, kepolisian juga menyebarkan foto Munarman ke seluruh jajarannya.(IDR/INU/NWO/MAM/HAR/RTS/ COK/WIN/SF/REN/ONI/A03)