03
Jun
08

Mayoritas Korban FPI Luka di Kepala

Selasa, 03 Juni 2008 | 00:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Aksi laskar Front Pembela Islam (FPI) dua hari lalu menyisakan tiga korban dengan kondisi cukup parah. Mereka dirawat intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. Bahkan, hingga kemarin, salah satunya masih setengah sadar akibat pukulan di bagian kepala.

Para korban adalah aktivis Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB), yakni Muhammad Guntur Romli, 32 tahun, Dedi C, Achmad, 57 tahun, serta Tahir, 50 tahun. Guntur Romli aktivis Jurnal Perempuan dan pembawa acara “Kongkow Bareng Gus Dur” di Radio Utan Kayu dan Radio 68 H. Sedangkan Dedi dan Tahir adalah anggota Jemaah Ahmadiyah.

Guntur mengalami luka parah di bagian belakang kepala, kening kanan, dan retak tulang hidung. Dalam keadaan setengah sadar, ia mencoba berbicara tapi tak begitu jelas. “Kemarin ia dioperasi hidungnya,” kata Firdaus, adik ipar Guntur, kepada Tempo yang mengunjungi ke bangsal rawat 9 lantai 6, Paviliun Kartika.

AKK-BB diserang di kawasan Monumen Nasional dalam acara ulang tahun Pancasila ke 63. Tiba-tiba, sekitar pukul 14.00 WIB, ratusan massa FPI menyerang menggunakan berbagai benda. Menurut Dedi, laskar FPI menyerang tanpa pandang bulu. Wanita dan anak-anak pun jadi sasaran. “Mereka menyerang sambil meneriakkan ‘Allahuakbar’.”

Aktivis Jemaah Ahmadiyah Jakarta Barat ini mencoba melindungi para wanita, sebelum wajahnya dihantam bambu. Dedi tersungkur dengan wajah lebam. Ia baru sadar sekitar pukul 15.00 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Jakarta Pusat. Lantaran lukanya parah, kepala Dedi mesti dipindai (CT Scan). Pengusaha optik ini lalu dilarikan ke RSPAD sekitar pukul 17.30. “Pusingnya belum hilang,” keluhnya. Tempo masih melihat lebam merah di sekitar hidung dan mata Dedi. Tempo belum bisa menjumpai Tahir yang dirawat di bangsal rawat umum. “Mungkin masih diperiksa dokter,” ujar seorang perawat.

AKK-BB mencatat, 27 anggotanya yang menjadi korban dilarikan ke sejumlah rumah sakit, antara lain RSPAD, Tarakan, Abdi Waluyo Menteng, Cipto Mangunkusumo, Jakarta, serta Mitra Internasional. Mereka berasal dari berbagai organisasi. Saidiman, koordinator aksi AKK-BB, mengatakan beberapa korban harus kontrol rutin. Syafii Anwar, misalnya. Direktur International Conference of Islamic and Pluralism (ICIP) ini dijadwalkan periksa lagi kemarin sore karena kepalanya masih sakit. Menurut Wempy, petugas instalasi gawat darurat Tarakan, mayoritas korban luka ringan. “Sebagian luka robek di muka,” kata Wempy.

Fery Firmansyah


0 Responses to “Mayoritas Korban FPI Luka di Kepala”



  1. No Comments Yet

Leave a Reply