01
Jun
08

Aliansi Kebebasan Beragama Melapor ke Polisi

Minggu, 01 Juni 2008 | 17:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan melapor ke Polda Metro Jaya atas aksi kekerasan yang dilakukan sekelompok orang yang diduga dari Front Pembela Islam (FPI). Massa yang diduga dari FPI itu menyerang massa aliansi yang tengah menggelar apel besar di lapangan Monas. Akibatnya 12 orang luka parah dan beberapa lainnya luka ringan.

“Kami minta polisi menindak mereka yang melakukan kekerasan, kami juga menyesalkan sikap aparat yang tidak menjaga,” kata Anik H.T. Koordinator Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, Ahad(1/6).

Anik tidak tahu pasti alasan sekitar 500 orang yang mengenakan atribut Front Pembela Islam menyerang mereka. Korban rata-rata luka di kepala akibat pentungan. “Ada lima orang yang luka berat,” ujarnya. Mereka yang luka dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Rumah Sakit Mitra Internasional, dan Rumah Sakit Tarakan.

Mereka yang menjadi korban pemukulan antara lain Ahmad Suaedy (Direktur Eksekutif the WAHID Institute), Syafii Anwar (Direktur International Center for Islam and Pluralism).

Muhammad Machsuni,Panglima Laskar Pembela Islam (LPI), mengatakan, penyerangan itu bukan dilakukan oleh FPI. “Tolong diluruskan, itu bukan FPI tapi LPI,” kata dia. Machsuni mengakui jika atribut FPI dan LPI mirip.

Alasan penyerangan itu, kata Machsuni, dilakukan karena ada orang-orang Ahmadiyah dalam acara itu. “Ahmadiyah mencemarkan umat Islam dan secara hukum sudah dilarang,” kata dia lagi. Apalagi anggota LPI melihat sendiri ada peserta rapat akbar yang membawa senjata api. “”Kami bukan melakukan kekerasan tapi memberi penegasan.” (Sutarto | Ismi Wahid)


0 Responses to “Aliansi Kebebasan Beragama Melapor ke Polisi”



  1. No Comments Yet

Leave a Reply