Archive for April 19th, 2008

19
Apr
08

Hidayat Nur Wahid: Jangan Ada kekerasan Terhadap Ahmadiyah

Hidayat Nur Wahid

Sabtu, 19 April 2008 | 18:02 WIB

BEKASI Kompas, SABTU – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Hidayat Nur Wahid, meminta seluruh pihak menghormati dan menjunjung tegaknya hukum dengan tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap para jemaat Ahmadiyah. Hidayat mengimbau pimpinan aliran Ahmadiyah tegas menyatakan Ahmadiyah bukan aliran dalam Islam dan lepas dari Islam.

“Indonesia adalah negara hukum, pengadilan jalanan tidak dibenarkan di negara kita,” kata Hidayat kepada wartawan di Pondok Gede, Kota Bekasi, Sabtu (19/4) sore. Hidayat meminta aparat penegak hukum menindak tegas pihak-pihak yang tidak menghormati hukum. “Kita tegas menolak tindakan-tindakan anarki,” ujar Hidayat.

Rabu (16/4) lalu, Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) menyatakan aliran Ahmadiyah menyimpang dari ajaran pokok Islam. Bakor Pakem meminta pemerintah memberi peringatan keras kepada warga Jemaat Ahmadiyah Indonesia untuk menghentikan semua kegiatan dan apabila tidak diindahkan, pemerintah diminta membubarkan Ahmadiyah. Ahmadiyah dinilai telah melakukan kegiatan dan penafsiran keagamaan menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama Islam yang dianut di Indonesia dan hal itu menimbulkan keresahan di masyarakat (Kompas, Kamis 17/4).

Senada itu, Hidayat menambahkan pimpinan Ahmadiyah harus berani mengaku bahwa aliran Ahmadiyah bukan bagian dari agama Islam dan berani melepaskan diri dari Islam. Islam, menurut Hidayat, hanya mengakui Muhammad Rasulullah sebagai nabi terakhir.

“Itu adalah akidah dalam Islam. Kalau mereka masih menyatakan Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi, maka sebaiknya mereka berani menyatakan diri tidak lagi sebagai muslim . Mirza Ghulam Ahmad bukan nabi, dia mungkin seorang pemimpin spiritual belaka,” ujar Hidayat.
Cokorda Yudhistira

19
Apr
08

Ahmadiyah Gelar Rapat Tertutup di Bali

Demo anti Ahmadiyah terus berlangsung

Sabtu, 19 April 2008 | 12:29 WIB

DENPASAR Kompas, SABTU – Ratusan jemaah Ahmadiyah yang berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia, akhirnya menggelar rapat tertutup di salah satu ruang Hotel Bumiasih Denpasar, Bali, Sabtu.

Rapat tertutup bagi pers dan kalangan lain itu dilakukan para jemaah setelah pihak keamanan meminta agar Ahmadiyah tidak menyelenggarakan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Denpasar.

Diperoleh keterangan, rapat tertutup yang berlangsung selama kurang lebih dua jam, dipimpin Ketua Umum (Amir) Ahmadiyah, H Abdul Basyir, didampingi Sekum Ahmadiyah Ahmad Supardi.

Dalam rapat tersebut selain dibahas beberapa poin penting mengenai draf AD/ART Ahmadiyah, juga rencana kerja organisasi mendatang.

Syamsir Ali, juru bicara pimpinan (amir) Ahmadiyah, menyebutkan tidak banyak yang bisa dibicarakan dalam pertemuan yang cukup singkat itu.

Disinggung tentang pembahasan draf AD/ART, Syamsir menyebutkan hanya beberapa poin penting saja yang sempat dibacakan. “Itupun, hanya ujung-ujungnya saja,” katanya.

Dikatakan bahwa pertemuan di Bali kali ini lebih bersifat silaturahmi antar-jemaah, sekaligus rekreasi ke sejumlah obyek-obyek wisata yang selama ini begitu kesohor ke berbagai belahan dunia.

Usai menggelar rapat tertutup, ratusan jemaah Ahmadiyah tersebut tampak meluncur meninggalkan tempat pertemuan dengan belasan bus yang mengangkutnya dari bagian halaman depan Hotel Bumi Asih.

Sementara sejumlah petugas dari jajaran kepolisian tampak berjaga-jaga di depan gedung yang berlokasi di kawasan pusat pemerintahan Propinsi Bali di Renon, Denpasar itu.
ABD