Archive for April 9th, 2008

09
Apr
08

Tidak Jadi Nabi, Musaddeq Akan Jadi Dai

Rabu, 9 April 2008 | 19:41 WIB

JAKARTA, RABU – Setelah melepaskan ‘jabatan’ Nabi atau Rasul Al Qiyadah Al Islamiyah, Ahmad Musaddeq berencana akan menjadi pendakwah atau dai. Profesi tersebut ia pilih, karena sesuai ajaran Islam, maka setiap muslim wajib menyampaikan ilmunya ke orang lain meskipun hanya satu ayat.

“Saya mencabut kembali pernyataan saya tentang Dinul (Agama Islam), termasuk saya sebagai Nabi atau Rasul. Saya hanyalah manusia biasa. Dan setelah ini, saya
akan menjadi dai atau mubaligh,” tegas Musaddeq saat membacakan pledoi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (9/4).

Kendati tidak menjadi Nabi atau Rasul, Musaddeq tetap yakin bahwa dalam waktu dekat akan turun seorang Nabi atau Rasul yang akan menegakkan ajaran Islam seperti
ketika Nabi Muhammad SAW membebaskan umatnya dari zaman jahiliyah.

Karena dirinya sudah menyatakan taubat nashuhah pada 9 November 2007 pasca berdialog dengan pimpinan Ormas Islam, Musaddeq tidak akan lagi mengajarkan ajaran Al Qiyadah yang telah dinyatakan oleh pemerintah.

Musaddeq yang mengaku memiliki 40.000 pengikut, juga telah mengganti dua kalimat Syahadat dengan kalimat diantaranya Muhammad SAW sebagai Rasul. Bukan lagi Al
Masih Al Mawud (Musaddeq) sebagai Rasul. Mantan pemain bulutangkis ini juga mengajarkan agar pengikutnya menjalankan Sholat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, membayar zakat serta menjalankan ibadah haji.

Ditegaskan Musaddeq, untuk meyongsong kehadiran Nabi atau Rasul yang akan membawa umat Islam ke jalan yang benar kembali, yang bisa ia lakukan hanyalah
mendakwahkan ajaran Islam seperti yang diajarkan Muhammad SAW. “Sebagai muslim, tugasnya adalah mendakwahkan ilmunya meskipun hanya satu ayat pun,”
ujarnya. (persda network/yls)

09
Apr
08

Musaddeq: Saya dan Eks Jamaah Al Qiyadah Minta Maaf

Rabu, 9 April 2008 | 19:28 WIB

JAKARTA, RABU – Rasul Al Qiyadah Al Islamiyah Ahmad Musaddeq memohon maaf kepada bangsa Indonesia. Permohonan maaf ini karena Musaddeq pernah menyatakan diri sebagai Rasul dan mengajarkan aliran yang kini dinyatakan sesat oleh pemerintah.

“Saya dan eks jamaah Al Qiyadah memohon maaf kepada bangsa Indonesia. Kami akan patuhi putusan yang ada. Sebelum Al Qiyadah dilarang saya telah Islah dengan pimpinan Ormas Islam. Saya sudah menyatakan maaf dan tobat nasuhah,” tegas Musaddeq saat membacakan pledoi atau pembelaan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta
Selatan, Rabu (9/4).

Dengan mengenakan stelan jas, celana dan peci warna hitam, Musaddeq membacakan sendiri pledoinya sambil berdiri. Pada pledoinya, Musaddeq justru tidak membantah apa yang didakwakan oleh jaksa penuntut umum (JPU) atas penodaan agama yang ia lakukan.

Musaddeq justru terkesan mendakwahi hakim, jaksa, kuasa hukum serta pengunjung sidang. Materi pledoinya, justru hampir seluruhnya mengulas tentang sejarah kenabian dan rasul. Serta perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menegakkan Islam.

Mantan pelatih bulutangkis ini tetap berkeyakinan, bahwa setelah Nabi Muhammad SAW, akan muncul lagi Nabi dan Rasul baru. Dalihnya, Rasul atau Nabi tersebut diturunkan Allah ketika zaman terjadi kemerosotan moral, aqidah. Dan Saat ini, menurut Musaddeq zamannya sudah hampir menyamai zaman Jahiliyah. Sehingga dalam waktu dekat Allah akan segera menurunkan Nabi atau Rasul.

Musaddeq sendiri mengaku, kalau pada Juli 2006 lalu memproklamirkan diri sebagai Rasul. Sebelum ia ditangkap polisi, jumlah jamaahnya mencapai sekitar
40.000 orang yang tersebar di berbagai wilayah tanah air. “Namun ternyata Al Qiyadah dinyatakan sesat,” tegas Musaddeq.

Ketika berada dalam tahanan Polda Metro Jaya, Musaddeq mengaku kalau telah melakukan Ishlah dengan para pimpinan Islam. Dari hasil dialognya, Musaddeq
akhirnya menyatakan taubat.

“Taubat Nashuhan saya itu adalah ungkapan hati nurani saya yang saya buat tanpa tekanan dari pihak manapun. Dan itu sebagai bukti kecintaan pada Dinul Islam,”
tegasnya. “Untuk menghormati putusan (kesepakatan dengan pemuka Islam), saya cabut kembali pernyataan saya yang telah memproklamirkan diri sebagai Nabi dan
Rasul,” lanjutnya.

Dengan suara lantang, Musaddeq juga membacakan dua kalimat Syahadat yang menyebut Muhammad SAW sebagai Rasul. Bukan lagi Al Masih Al Mawud (Musaddeq) sebagai Rasul. Musaddeq juga memerintahkan pengikutnya untuk menjalankan Sholat lima waktu. Sebab, selama ini ia mengajarkan bahwa Sholat cukup satu kali yakni pada malam hari minimal 11 rakaat yang disebut Qiyamulail.

Musaddeq juga menganjurkan, agar eks jamaahnya juga menjalankan secara wajib puasa pada bulan Ramadhan, membayar zakat serta menunaikan ibadah haji. (persda network/yls)